Senin, 20 September 2010

Tolak Minta Maaf, Terry Jones Ingin Terus Kampanye Bakar Alquran


Tolak Minta Maaf, Terry Jones Ingin Terus Kampanye Bakar Alquran
Terry Jones, penggagas ide Hari Membakar Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA--Penggagas ide membakar Alquran kembali angkat bicara. Kali ini, Terry Jones secara terang-terang menolak minta maaf  dan tetap teguh bahwa apa yang digagasnya merupakan cara untuk menekan radikalisme Islam. "Kami tidak harus berobat. Karena itu kami tidak punya niat dan tidak akan bertobat demi tegaknya injil," kata Jones seperti dikutip dari  harian Brisbane Times edisi online, Jum'at (17/9). 

Jones juga mengatakan pihaknya tidak melanggar hukum dan belumlah membakar Alquran. Tetapi, kata dia, kekerasan tetap berlangsung di seluruh dunia. "Hal itu merupakan wajah Islam radikal," tegasnya. Dia pun mengkritik gereja AS dan seluruh dunia lantaran tidak memiliki keberanian membela agama Kristen. "Mereka telah kehilangan keberanian untuk membela agama Kristen. WEA merupakan contoh dari hal itu," kritik Jones menanggapi pernyataan pimpinan The World Evangelical Alliance (WEA), Geoff Tunnicliffe yang dinilai naif.

Jones yang kini mendapat pengamanan dari pihak Kepolisian Florida dan menjadi incaran media di AS dan dunia menilai usahanya tidaklah gagal. Dia bahkan menyatakan usahanya akan diteruskan. Dia mengaku telah menghubungi jemaatnya untuk bersiap melakukan aksi di kemudian hari. Jones juga menginstruksikan kepada jemaatnya untuk berhati-hati, mengunci rapat pintu gereja dan melakukan pemeriksaan terhadap jemaat yang datang ke gereja. 

"Saya selalu membawa pistol. sama seperti yang telah saya lakukan di masa lalu," ujarnya. Jones menambahkan, dirinya sempat terpikir untuk memindahkan gereja menuju St. Petersburg, Florida. Pemindahan itu dilakukan guna menemukan audiens yang lebih besar. "Rencana itu sudah ada dari awal," ungkap Jones. 

Semenjak kembali ke Florida, tidak ada satupun pemuka Kristen yang mendukung rencananya.  WEA yang merupakan tempat seharusnya Jones merujuk tidak juga memberikan dukungan. Pimpinan WEA bahkan mengatakan ide yang dilakukan Jones merupakan bentuk kesalahpahaman terbesar dari usaha umat Kristen dalam membangun perdamaian. "Ia telah meninggalkan ajaran Injil," kata Dr Geoff Tunnicliffe kala itu.

Jones merupakan pastor gereja kecil yang berlokasi di Gainsville, Florida, AS. Namanya mendadak terkenal diseantero dunia lantaran mengobarkan ide pembakaran Alquran kepada gereja-gereja di AS. Ide itu muncul dalam benak Jones sebagai rasa simpatinya terhadap korban tragedi 11 September 2001. Oleh Jones, umat Islam dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab. Jones pun berasumsi, dengan membakar Alquran dirinya telah membantu keluarga korban tragedi.

Pidato Khamenei Menanggapi Pembakaran Alquran

  
Pidato Khamenei Menanggapi Pembakaran Alquran
Ayatollah Ali Khamenei

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Allah Yang Maha Bijaksana dan Mulia berfirman:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Alquran dan Kami yang akan menjaganya

Bangsa Iran yang mulia serta Umat Islam dunia yang besar!

Tindakan keji dan penghinaan terhadap Alquran yang mulia yang menyebabkan kebencian seluruh pihak yang terjadi di bawah keamanan polisi di Amerika merupakan sebuah kejadian besar dan pahit yang tidak bisa dianggap sebagai sebuah tindakan bodoh beberapa orang bayaran semata.  Namun haruslah dipandang sebagai sebuah gerakan yang terprogram bertahun-tahun dan berkaitan dengan berbagai kebijakan anti Islam dan Islamophobia yang didukung dengan berbagai media propaganda baik film atau lainnya dimulai sejak pengkhianatan yang dilakukan oleh Salman Rusydi, dilanjutkan dengan karikatur penghinaan pada Nabi di Denmark, puluhan film anti Islam di Hollywood dan apa yang saat ini mereka lakukan menyimpan sebuah pertanyaan besar, apa yang ada di balik gerakan ini dan siapa mereka?

Telaah yang mendalam atas hal ini adalah dapat kita saksikan pada beberapa tindakan kejahatan di beberapa tahun terakhir yang mereka lakukan di Afghanistan, Irak, Palestina, Lebanon dan Pakistan akan menunjukkan sebuah bukti nyata yang tidak menyisakan keraguan sedikitpun, bahwa desainer dan ruang kontrol atas hal itu adalah berada di tangan para pemimpin Zionis yang memiliki pengaruh besar terhadap pemerintah AS dan badan keamanan militer dunia, serta pada pemerintah Inggris dan beberapa negara Eropa.

Studi-studi yang sama tentang serangan 11 September yang dilakukan oleh berbagai peneliti independen hari demi hari semakin mengarahkan  jari telunjuk, bahwa hal itu adalah ulah mereka sendiri demi mendapatkan alasan untuk menyerang Afghanistan dan Irak. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan  presiden AS saat itu –-sesuai dengan berbagai laporan--  yang dengan jelas mengumumkan dimulainya kembali ‘perang salib’  dan semakin sempurna dengan masuknya gereja ke area ini.

Tujuan dari tindakan keji yang baru-baru ini dilakukan, adalah upaya untuk menciptakan permusuhan melawan Islam dan Muslim dalam komunitas Kristen yang  dengan keterlibatan gereja dan pendeta, maka warna religius dan fanatisme agama segera mengambil perannya. Di sisi lain negara-negara Muslim yang penuh keberanian dan pasti terluka dengan tindakan tersebut, akan mengamuk  dan melupakan isu-isu penting Timur Tengah dan dunia Islam lainnya.

Tindakan permusuhan ini bukanlah awal dari sebuah gerakan, namun sebuah fase dari program jangka panjang  gerakan anti Islam yang dipelopori oleh rezim zionisme Israel dan Amerika. Saat ini semua pemimpin imprealisme internasional berdiri menyatakan perlawanan terhadap Islam.  


Islam adalah agama spiritualitas dan kebebasan manusia. Alquran merupakan kitab suci kasih sayang, hikmah dan keadilan.  Adalah tugas dari semua pecinta kebebasan di dunia dan semua pemeluk agama monoteisme Ibrahimi untuk bersama-sama melawan politik kotor anti-Islam.

Ketahuilah, bahwa rezim Amerika tidak akan berhasil membersihkan diri mereka dari berbagai tindakan keji ini dengan kata-kata dan propaganda palsu mereka. Sudah beberapa tahun berlalu simbol-simbol kesucian dan hak-hak jutaan umat Islam tak bersalah di Afghanistan , Pakistan, Irak, Lebanon dan Palestina telah dilanggar dan diinjak-injak.

Ratusan ribu tewas, puluhan ribu pria dan wanita ditawan dan disiksa. Jutaan anak-anak dan perempuan  tak berdosa menjadi cacat dan tunawisma, korban apakah mereka? Dengan semua ketertindasan ini, mengapa di media barat, seorang muslim dianggap sebagai manifestasi kekerasan dari  Alquran? Serta Islam dianggap sebagai ancaman terhadap kemanusiaan? Siapa yang percaya bahwa konspirasi luas ini bisa terjadi tanpa bantuan atau campur tangan kalangan Zionis dalam pemerintah AS?

Kaum Muslimin, saudara- saudariku  di Iran dan di seluruh dunia!

Dalam kesempatan ini saya perlu mengingatkan beberapa hal penting:

Pertama: peristiwa dan kejadian-kejadian yang saat ini dan sebelum ini terjadi dengan jelas menunjukkan bahwa yang menjadi sasaran serangan imprealisme dan arogansi global adalah Islam dan Alquran yang suci. Permusuhan yang mereka lancarkan dengan jelas kepada Republik Islam Iran adalah karena kejelasan Republik Islam Iran  untuk melawan setiap kekuatan melawan Islam.  Dan apa yang mereka selalu angkat sebagai slogan bahwa mereka tidak memusuhi Islam dan kaum Muslimin adalah sebuah kebohongan besar dan tipuan semata. Mereka benar-benar memusuhi Islam dan siapapun yang berkomitmen dengan ajaran Islam.

Kedua: Berbagai tindakan permusuhan anti Islam dan kaum muslimin adalah disebabkan karena mereka menyaksikan cahaya Islam dan pengaruhnya menyala-nyala lebih dari sebelumnya di dalam hati kita, di dalam hati masyarakat muslim dunia, bahkan di dunia barat sekalipun.

Permusuhan ini muncul karena umat Islam memiliki kesadaran dan kebangkitan lebih dari sebelumnya, dimana mereka berhasil merobek-robek kekuatan dua abad kolonialisme. Karenanya pelecehan terhadap Alquran dan Nabi Agung saw dengan semua kepahitan di dalam hati seluruh kita, pada saat yang sama membawa kabar gembira besar yang menunjukkan cahaya Alquran hari demi hari semakin lebih tinggi dan terang.

Ketiga: Semua harus mengetahui, bahwa semua peristiwa yang terjadi di akhir-akhir ini tidak ada hubungannya dengan gereja dan agama Kristen. Gerakan beberapa pendeta boneka dan bayaran itu tidak boleh digeneralisir kepada seluruh umat Kristen dan agama mereka.

Kami umat Muslim tidak akan pernah berprilaku sama dengan mereka dalam hal kesucian agama lain. Konflik antara Muslim dan Kristen pada tingkat bawah merupakan keinginan musuh bersama kita dan tujuan desainer gila kegiatan ini.  Pelajaran yang diajarkan oleh Alquran kepada kita adalah persis kebalikan dari hal itu.

Keempat: Tuntutan semua umat Islam hari ini adalah harus ditujukan kepada pemerintah AS dan para politisi mereka. Jika mereka benar dalam klaim mereka bahwa mereka tidak terlibat dalam kejahatan ini, maka mereka harus menegakkan hukum yang pantas kepada pelaku kejahatan yang telah melukai hati satu setengah milyar Muslim dunia.

Salam bagi hamba-hamba Allah yang saleh.

Sayyid Ali Khamenei

Rencana Kafir untuk Melakukan Pembakaran Al Qur'an (Video)

Klarifikasi FPI Soal Insiden HKBP

Setelah lima hari pasca insiden yang disebut sebagian besar media massa sebagai tindak kekerasan ormas Islam tertentu terhadap pendeta dan jamaat HKBP, akhirnya Front Pembela Islam Bekasi Raya mengeluarkan sejumlah klarifikasi.

Di antara isi klarifikasi insiden yang akhirnya menyudutkan FPI sebagai tertuduh adalah sebagai berikut:

1. Selama dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan KETINGGIAN SIKAP TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dengan membiarkan jemaatnya melakukan kebaktian setiap Ahad di rumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing - Bekasi.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tidak pernah keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut.

Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat tersebut.

Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tidak terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.

2. HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.

3. Di saat umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan ratusan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Sehingga, terjadilah insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.

4. Peristiwa Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

Karena itu, mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

5. Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat.

6. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009.

7. Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.

Selasa, 01 Juni 2010

Pekerja Filipina Berbondong – bondong Memeluk Islam


Bulan suci Ramadhan telah menjadi waktu yang sangat populer bagi banyak umat non Islam, khususnya pekerja imigran dari Filipina untuk masuk Islam.

Setiap hari di Arab Saudi, Islamic Center di seluruh negeri ini membuka pintu mereka untuk pekerja migran non Muslim yang telah memutuskan untuk bergabung dengan agama yang memiliki pertumbuhan tercepat di dunia.

Selama bulan Ramadhan, organisasi-organisasi Islam mendirikan kamp-kamp bagi pekerja migran yang ingin berbuka puasa.

Salah satu pusat keagamaan - Cooperative Office for Call and Guidance at Al-Bat'ha (COCG Al-Bat'ha) di pusat kota Riyadh telah melihat ada sekitar 200 orang dari berbagai kebangsaan yang berbeda yang akan masuk Islam setiap bulannya. "Alhamdulillah, jumlah orang yang memeluk Islam setiap bulannya diberbagai tempat berkisar antara 180-200 orang, dari berbagai negara," kata Direktur COCG Syekh al-Qarain Nouh.

"Sebagian besar dari mereka memberikan alasan untuk masuk Islam karena ingin berTuhan yang satu, mereka ingin untuk menyembahnya," katanya. Proses menjadi seorang Muslim

Proses masuk Islam meliputi usaha untuk mencari pengetahuan mengenai keimanan Islam dan menghadiri upacara pengucapan kalimat syahadat yang dipimpin oleh seorang pendakwah atau imam.

Berbagai macam reaksi yang didapat dari mereka yang telah menjadi Mualaf. Salah seorang pekerja migran filipina bernama Adcel Maglintian mengatakan bahwa Islam telah memberinya kehidupan baru.

"Saya merasa seperti seorang bayi yang baru lahir, dengan kehidupan baru, jadi sekarang saya akan memulai kehidupan baru sebagai seorang Muslim, saya sangat sangat bahagia," katanya.

Mualaf lain dari Filipina bernama "Bebido" berkata bahwa dia lebih suka melaksanakan sholat lima kali sehari dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya sebagai seorang Kristen.

"Ketika saya masih menjadi seorang Kristen mungkin saya akan datang ke gereja 5 atau 3 kali dalam setahun, tetapi dalam Islam saya tahu melaksanakan ibadah sholat adalah 5 kali sehari, saya sangat berterima kasih kepada Tuhan. Jadi, itu alasannya kenapa saya masuk Islam, dan hal ini juga yang membuat saya ingin merasakan ruh Islam dan sebagai seorang Muslim saya harus melakukan hal-hal yang terbaik kepada Allah, "katanya.

Beberapa dari para mualaf mengatakan bahwa bulan suci ramadhan lah yang menginsprirasi mereka untuk masuk Islam. "Saya merasa senang karena kita akan makan bersama-sama sewaktu kita berbuka puasa. Ini tidak akan saya rasakan kalau saya hanya sendirian berbuka puasa, karena saya ingin berkumpul dengan saudara-saudara baru dalam Islam," kata mualaf Filipina yang berganti nama menjadi Omar.

Arab Saudi menerima pekerja Filipina dengan jumlah tertinggi untuk wilayah kawasan Timur Tengah. Setidaknya 200,000 Filipina memasuki Arab Saudi pada tahun 2007 saja. Jumlah pekerja migran dari Filipina diperkirakan sekitar 800.000, tetapi rincian statistik bagi orang asing yang berbeda agama di Arab Saudi tidak tersedia.

Setelah menjadi mualaf, para pekerja migran tersebut didorong oleh Islamic Center untuk terus belajar tentang Islam demi memperdalam iman mereka.

"Apa yang kami akan lakukan sekarang adalah untuk memberi mereka analisis dasar tentang Islam, Tauhid, hadits, Quran, Fiqh dan lain-lain, yang sangat dasar bagi mereka," kata seorang pendakwah Filipina yang bernama Syekh Abdul Qadir al-Alabani.

Al-Qarain, merupakan kepala pusat salah satu Islamic Center, bermigrasi dari Filipina ke Arab Saudi sejak 20 tahun yang lalu, dan merupakan salah satu dari beberapa pendakwah non-Arab di negeri ini. Sebagai seorang anggota dari Abdul Aziz University Hospital, ia menghabiskan seluruh waktu luangnya berdakwah kepada masyarakat Filipina di Riyadh. Dia selalu membawa bersamanya calon kelompok baru yang akan masuk Islam setiap selesai sholat Jumat. Dia mengatakan hal yang paling sulit dan paling banyak memakan waktu adalah mengajarkan para mualaf tersebut tentang detail dari ajaran Islam setelah mereka memutuskan diri untuk masuk Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat. Dengan pengawasan dari sebuah kementrian Arab Saudi, COCG adalah lembaga yang tertua dan salah satu Islamic center yang paling aktif di bidang ini. Beroperasi melalui sejumlah kamp yang terletak di daerah-daerah padat penduduk yang berisi para pekerja Asia, dan para da'i telah mendedikasikan waktu mereka untuk membantu non-Muslim masuk Islam. Ada sekitar 18 lembaga seperti COCG di kota Riyadh, dan lebih dari 215 berada di sekitar Kerajaan Arab Saudi. Selain menyediakan untuk 5000 orang yang akan berbuka puasa setiap harinya pada bulan Ramadhan, COCG juga menyelenggarakan perkuliahan gratis, dan dua kali dalam setahun COCG juga memberangkatkan para mualaf untuk melaksanakan Umroh.

Ilmuwan Amerika Yang Masuk Islam

Dr. Jeffrey Lang, Ilmuwan Amerika Mualaf Karena Menemukan Logika dalam Islam

Bio singkat : Dr. Jeffrey Lang adalah profesor matematika di University of San Fransisco. Selama hidupnya Dr. Jeffrey Lang dibesarkan Katolik, dan menjadi atheist sejak usia 18 tahun. Setelah melalui "perang" pergolakan pemikiran dengan Al-Quran berangsur-angsur ia kemudian Syahadat pada tahun 1980. "Bagi mereka yang telah memeluk Islam, saksi terbesar Allah yg tak henti-hentinya, mengejar, mempertahankan, dan membimbing cinta adalah Alquran. Seperti samudra megah yang luas, itu umpan Anda semakin dalam ke dalam gelombang menyilaukan sampai kau tersapu ke dalamnya . Tapi bukannya tenggelam dalam lautan kegelapan, seperti yang dijelaskan di atas, Anda menemukan diri Anda tenggelam dalam lautan cahaya dan rahmat ilahi. ... ketika aku membaca Alquran dan berdoa doa-doa Islam, pintu hati saya membukanya dan Aku terbenam dalam kelembutan yang sangat besar. Cinta menjadi lebih permanen dan nyata daripada bumi di bawah kaki saya; kekuatannya saya dipulihkan dan membuatnya begitu rupa hingga aku bisa merasakan cinta ... saya senang telah menemukan iman dalam agama yang masuk akal. Tapi Aku tidak pernah mengira akan disentuh oleh rahmat yg membuat ketagihan seperti itu. " ujar Dr. Lang. Perjalanan beliau menjadi mualaf : "Ayah, apakah Anda percaya di surga?"

Ketika Jeffrey kecil bertanya kepada ayahnya tentang eksistensi surga saat mereka berjalan dengan anjing mereka di sepanjang pantai, tampak jelas bahwa Jeffrey kecil ini memiliki pikiran yang sangat ingin tahu. Mungkin merupakan tanda bahwa ia memandang dan mengawasi segala hal berdasarkan pendekatan logika, dan memvalidasi mereka dari perspektif yang rasional. Kejutan kecil itu kemudian bahwa suatu hari ia akan berakhir menjadi seorang guru besar matematika, suatu hal di mana tidak ada tempat bagi apapun kecuali bagi logika.

Selama tahun seniornya di Notre Dam Boys High, sebuah sekolah Katolik, ia membentuk keberatan rasional terhadap keyakinan akan adanya Sang Mahatinggi. Diskusi dengan Pastur di sekolah, orangtua, dan teman-teman tidak bisa meyakinkan dia tentang keberadaan Tuhan, dan dengan mengacuhkan kekhawatiran para pasturnya dan orang tuanya, ia berubah menjadi seorang Atheis pada usia delapan belas tahun. Dia adalah tetap demikian selama sepuluh tahun sepanjang sarjana, pascasarjana, dan doktoral. Beberapa waktu sebelum ia menjadi seorang ateis bahwa ia pertama kali melihat mimpi berikut:

Aku berada di sebuah ruangan kecil tanpa perabotan, dan tidak ada apapun pada dinding putih keabu-abuan. Satu-satunya perhiasan adalah didominasi merah-putih bermotif karpet yang menutupi lantai. Ada jendela kecil, seperti sebuah jendela ruang bawah tanah, di atas dan menghadap kita, memenuhi ruangan dengan cahaya terang. Kami berada di barisan; aku berada di ketiga. Hanya ada laki-laki, tidak ada perempuan, dan kita semua sedang duduk di tumit kami dan menghadap ke arah jendela.

Aku merasa asing. Aku tak mengenali siapa pun. Mungkin aku berada di negara lain. Kami tertunduk seragam, wajah kami ke lantai. Saat itu tenang dan tenang, seolah-olah semua suara telah dimatikan. Tiba-tiba, kami duduk kembali di tumit kami. Ketika saya memandang ke depan, aku menyadari bahwa kami sedang dipimpin oleh seseorang di depan yang pergi ke kiri, di tengah, di bawah jendela. Dia berdiri sendirian. Saya hanya memiliki pandangan singkat di punggungnya. Dia mengenakan gaun putih panjang, dan di kepalanya selendang putih dengan desain merah. Dan itu adalah ketika aku akan terbangun.

Selama sepuluh tahun berikutnya dalam kehidupan atheist yg dijalani, ia melihat mimpi yang sama beberapa kali. Dia tidak akan terganggu oleh mimpi. Namun, ia akan merasa aneh karena merasa nyaman ketika ia terbangun. Tapi tidak tahu apa itu, ia menganggap hal itu tidak masuk akal maka ia tidak menganggap penting akan pengulangan-pengulangan mimpi itu.

Sepuluh tahun kemudian dalam kuliah pertamanya sebagai dosen di University of San Francisco, ia bertemu dengan seorang mahasiswa muslim yang menghadiri kelas matematika. Dia segera menjalin persahabatan dengan dia dan keluarganya. Agama, bagaimanapun bukanlah topik diskusi selama waktu dia bersama dengan keluarga Muslim itu, dan itu setelah beberapa waktu lamanya salah satu anggota keluarga baru menyerahkan kepada Jeffrey salinan Quran.

Dia tidak mencari agama. Namun demikian, ia mulai membaca Alquran, disertai dengan praduga buruk yang kuat. "Anda tidak bisa membaca Alquran dengan "begitu saja", Anda harus menganggapnya serius. Anda akan menyerah ataukah Anda melawannya. "Serangan" itu bertubi-tubi, langsung, pribadi, perdebatan, mengkritik, memalukan, dan menantang. Sejak awal ia menarik garis pertempuran denganku, dan aku berada di sisi musuhnya. " Karena itulah Jeffrey menemukan dirinya dalam pertempuran yang menarik saat membaca Quran. "Saya berada dalam situasi kekalahan yg parah, karena telah menjadi jelas bahwa Penulis Quran tahu saya lebih baik daripada aku tahu diriku sendiri." Seolah-olah Penulis Quran sedang membaca pikirannya. Setiap malam ia akan membuat beberapa pertanyaan dan sangkalan, tapi selalu menemukan jawabannya dalam pembacaan berikutnya ketika ia melanjutkan bacaan dalam urutannya. "Al-Quran selalu jauh di depan saya berpikir; itu adalah menghapus hambatan aku yg telah dibangun bertahun-tahun yg lalu dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya." Jeffrey berjuang keras membuat sangkalan-sangkalan dan pertanyaan-pertanyaan, tapi jelas bahwa ia kalah dalam pertempuran. "Akulah yg sedang dibawa kepada suatu pojok dimana hanya terdapat satu pilihan."

Saat itu awal 80-an dan ada tidak banyak umat Islam di kampus University of San Francisco. Ia menemukan sebuah tempat kecil di ruang bawah tanah sebuah gereja di mana beberapa mahasiswa Muslim membuat doa-doa sehari-hari mereka. Setelah banyak perjuangan dalam pikirannya, ia datang dengan cukup keberanian untuk pergi dan mengunjungi tempat itu. Ketika ia keluar dari tempat itu beberapa jam kemudian, ia telah menyatakan syahadat, proklamasi kehidupan baru - "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya."

Setelah ia membuat proklamasi, saat itu adalah waktu untuk sholat Ashar dan dia diundang untuk berpartisipasi. Dia berdiri di barisan dengan mahasiswa lain di belakang imam bernama Ghassan, dan mulai mengikuti mereka dalam doa –

Kami membungkuk di dalam sujud dengan wajah kita pada karpet berwarna merah-putih. Saat itu tenang dan tenang, seolah-olah suara sudah dimatikan. Dan kemudian kami duduk kembali di tumit kami lagi.

Ketika saya memandang ke depan, aku bisa melihat Ghassan, pergi ke kiri, di tengah, di bawah jendela yang membanjiri ruangan dengan cahaya. Ia sendirian, tanpa baris. Dia mengenakan gaun putih panjang dan di kepalanya selendang putih dengan desain merah. Mimpi itu !! Aku menjerit dalam hati. Mimpi itu tepat! Aku sudah lupa sama sekali, dan sekarang saya sangat terkejut dan ketakutan. Apakah aku bermimpi? Aku bertanya-tanya. Apakah saya terbangun? Aku mencoba untuk fokus pada apa yang terjadi untuk menentukan apakah aku sedang tidur. Sebuah aliran dingin mengalir melalui tubuh saya, membuat saya bergidik. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu dingin mereda, digantikan oleh lembut kehangatan yang memancar dari dalam. Air mata menggenang di mataku.

Perjalanan setiap orang Islam adalah unik, bervariasi dari satu sama lain dalam berbagai cara, tapi Dr Lang adalah salah satu yang paling menarik. Dari sebagai seseorang yang menentang keberadaan Tuhan, ia menjadi orang yang percaya di dalam Tuhan yg esa. Dari seorang prajurit yang berjuang keras melawan Al-Qur'an, ia menjadi salah satu yang menyerah pada Quran. Dari seseorang yang tidak pernah mengenal cinta dan yang hanya ingin menjalani kehidupan materialistik nyaman sampai dia meninggal dan menjadi "sudah lama terlupakan di bawah tanah kuburan tanpa tanda", ia telah berubah menjadi orang yang hidupnya menjadi penuh kasih, rahmat, dan spiritualisme. "Tuhan akan membawa Anda bersimpuh, Jeffery!", Kata ayahnya ketika ia menyangkal keberadaan Tuhan pada usia delapan belas tahun. Sepuluh tahun kemudian, yang menjadi kenyataan. Dia sekarang bersimpuh diatas lututnya, dan dahinya di tanah. Bagian tertinggi dari tubuhnya yang berisi semua pengetahuan dan intelektualitas sekarang di tanah yg terendah dalam kepasrahan mutlak kepada kemuliaan Allah.

Kisah Masuk Islam-nya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Quran

   Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.

Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim,

Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qurâan telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qurâan itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!

Dokter Muslim itupun menjawab,

Ya, Al-Qurâan telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.

Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebutâ! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, Bagaimana kamu tahu?

Dokter Muslim menjawab

Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.

Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qurân yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,

Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.(QS. An-Nisa:11)

Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.

Penggemar

Penghasilan Menakjubkan Dari Internet

internet marketing